Senin, 04 Juli 2016

Aku Sayang Kamu, saudaraku...




Aku Sayang Kamu, saudaraku...

Assalamu 'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh 
Alhamdulillahirobbil ‘aalamin.. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad Wa ‘alaa aali Muhammad

     Aku bersyukur dan bahagia atas nikmat yang Allah berikan karena masih diberi kesempatan beribadah kepadaNYA sampai saat ini 30 Ramadhan 1437 H / 2016 M. Tapi aku juga sedih karena bulan Ramadhan tahun ini akan segera berlalu.. 
 dan bukan itu saja kesedihanku,, pernah satu hari aku terpaksa membatalkan puasaku karena Dokter harus mengambil tindakan medis padaku atas musibah yang aku alami. Semoga Allah mengampuni aku atas kejadian itu dan memberi kesempatan padaku untuk mengqodho puasaku di lain waktu, 
dan tentunya aku juga berharap Semoga Allah SWT memberikan kesempatan padaku untuk sampai ke bulan Ramadhan di tahun yang akan datang    Amin....

( eh.. jadi ceritain kesedihan saya ini.. maaf ya sobat kebawa suasana )

 Saudaraku.. aku sayang.... sekali.. padamu..

 Aku akui kelemahanku belum sanggup mengatakan langsung perasaanku ini padamu. Namun aku berusaha untuk menyampaikannya dengan sikapku, kegiatanku (yg positifnya saja ya hee..) agar kamu menyadari kalau aku sayang.. padamu.. saudaraku..

  Aku juga menyadari terlalu banyak sudah aku melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah, akan teTapi.. sebagai seorang manusia.. aku juga punya keinginan dan harapan

Ayo.. saudaraku.. mari bersama-sama kita menuju Ridho dan Ampunan Allah SWT

Ayo.. kita dirikan sholat yang 5 waktu
Ayo.. kita berpuasa dibulan Ramadhan (Bulan Ramadhan sekarang Tinggal hitungan Jam saja hee..)
Ayo.. kita Tingkatkan iman dan Taqwa kita Kepada Allah SWT
Ayo.. kita Tinggalkan dan jauhi semua yang di larang oleh Allah SWT

  Sehingga saatnya tiba kita bisa meneteskan airmata karena bahagia dalam Ridho Allah SWT. Bisa menangis bahagia dihari raya idul fitri karena mau berusaha melaksanakan yang diperintahkan oleh Allah dan juga bisa saling bermaaf maafan antar sesama kita...
  
  Jangan sampai..  kita menangis di hari raya idul fitri karena tidak satupun mendirikan sholat yang 5 waktu dibulan Ramadhan ini. Tidak seharipun berpuasa dibulan Ramadhan tahun ini. Tidak sekalipun sholat sunnah taraweh dimalam Ramadhan tahun ini. Apalagi kalau bulan ramadhan ini di isi dengan bermaksiat kepada Allah SWT, 
minum Khomer, berjudi..

Na ‘uuzdu billahi min zdaa lik..

 Ayo.. saudaraku.. mari bersama-sama kita menuju Ridho dan Ampunan Allah SWT
Semoga kita semua  diRidhoi dan diAmpuni oleh Allah SWT, serta diselamatkan di dunia dan di akhirat kelak..

Amin...

Mohon maaf atas segala kesalahan kata-kata dan juga penulisan saya, dan semoga ada manfaatnya buat kita semuanya. (Terutama buat saya)



Alhamdulillahi robbil 'aalamin..
Wassalamu 'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

“Hanya Allah yang Maha Mengetahui”



Senin, 20 Juni 2016

Hal I'tikaf


Kajian Ketika I’tikaf


I’tikaf merupakan ibadah yang agung, yang semaraknya semakin terlihat di bulan Ramadhan, khususnya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Namun, ada sedikit permasalahan mengenai i’tikaf yang hakikatnya melenceng dari ruh i’tikaf itu sendiri.
Ibnu Utsaiminzmengatakan, “Orang yang i’tikaf itu berada di masjid untuk melakukan ketaatan kepada Allah bukan untuk menyendiri sehingga tidak berinteraksi dengan manusia, bukan pula supaya didatangi kawan-kawannya untuk ngobrol bareng namun dalam rangka agar bisa konsentrasi beribadah kepada Allah.
Dari penjelasan di atas kita ketahui bahwa orang yang i’tikaf di masjid untuk kumpul dengan teman-teman kemudian ngobrol dengan obrolan yang tidak ada faedahnya adalah seorang yang tidak mewujudkan ruh i’tikaf karena ruh i’tikaf adalah berada di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah. Memang benar, dibolehkan bagi orang yang i’tikaf untuk didatangi istrinya lalu ngobrol di tempat i’tikaf asalkan tidak berlebihan karena hal semacam ini pernah terjadi pada diri Nabi.
Apakah tergolong bertolak belakang dengan ruh i’tikaf, manakala orang yang i’tikaf menyibukkan diri dengan kegiatan menuntut ilmu?
Tidaklah diragukan bahwa kegiatan menuntut ilmu itu termasuk ketaatan dan ibadah kepada Allah. Akan tetapi maksud dari i’tikaf adalah menyibukkan diri dengan ibadah individual semisal shalat, dzikir dan membaca Alquran.
Tidaklah mengapa jika seorang yang i’tikaf menghadiri satu atau dua sesi kajian dalam sehari atau semalam, karena hal tersebut tidak mempengaruhi i’tikaf.
Akan tetapi jika seluruh waktu i’tikaf diisi dengan kajian, sehingga orang tersebut juga menelaah berbagai materi kajian yang diajarkan dan menghadiri banyak majelis ilmu yang hal ini tentu saja menyibukkannya dari ibadah individual yang hendak dia lakukan, maka tidaklah diragukan bahwa i’tikaf model semacam ini bukanlah i’tikaf yang sempurna meski kami tidak berani mengatakan bahwa apa yang dia lakukan bertolak belakang dengan maksud pokok i’tikaf.” (Syarh Mumti‘ jilid 6 Hal. 500-501, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 1424 H).

"Hanya Allah yang Maha Mengetahui "


Sumber :

https://pengusahamuslim.com/3095-kajian-ketika-itikaf-1642.html